Pangkalpinang – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) IX Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020 sudah memasuki hari ke lima. Dimana event lomba ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi saja diantara peserta. Tapi sebagai sarana untuk syiar Al Quran dan silaturahmi.
Hal demikian diungkapkan Zulfa Mawaddah, peserta MTQ IX dari Kabupaten Bangka Barat. Zulfa mengikuti Cabang Qiraat Al Quran Mujawwad Dewasa Putri dengan nomor peserta 077.
“ Ajang MTQ merupakan ajang silaturahmi bagi kafilah dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebenarnya saya berharap bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan kafilah-kafilah lainnya dari kabupaten kota dengan protocol kesehatan yang dijaga “ harapnya paska mengikuti lomba MTQ IX Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Gedung Asrama Haji Bangka Belitung, Minggu (9/8/2020).
Zulfa yang membacakan QS Al Ahqof ayat 21 dengan Imam Ibnu Katsir, riwayat Al Bazzy dan Qunbul ini mengingatkan agar jangan pernah meninggalkan Al Quran dan selalu bisa dipertemukan dengan ahlul Quran.
“ Mudah-mudahan Al Quran jangan pernah ditinggalkan, dan semoga slalu dipertemukan dengan ahlul Quran. Kalo tidak di ajang MTQ sangat susah bertemu mereka. Biasanya hanya bertemu saat pembinaan dari Provinsi “, tegasnya.
Diungkapkan Zulfa bahwa dukungan yang terpenting dalam perjalanan hidupnya adalah dari keluarga dan juga guru ngajinya yang menjadi sosok panutan.
“ Ibu adalah yang paling pertama dan utama, kemudian Bapak Saya, juga yang terakhir suami yang slalu mensupport dalam menjaga anak-anak saya. Dan Ustad Haji Burhan adalah guru Qiraat saya yang jadi panutan dalam belajar mengaji. Beliau sudah saya anggap seperti orang tua sendiri dan saya sudah dianggap anak sendiri “, ungkapnya.
Lebih jauh Zulfa mengungkapkan dukungan pemerintah daerah sangat memuaskan dalam mempersiapkan peserta menuju MTQ Tingkat Provinsi.
“ sangat luarbiasa, saya dijemput diantar ketempat latihan “, katanya.
Zulfa juga menjelaskan persiapaannya dalam menghadapi MTQ IX Tingkat Provinsi ini, dengan menyusun pola dan jadwal latihan mandiri yang dilakukan di rumah.
“ sudah berbulan-bulan persiapan, Minum air putih yang banyak , tidak pernah minum es. Wajib setiap hari latihan, tidak pernah tinggal. Biasanya habis magrib. Selain belajar dengan guru-guru secara streaming, ada juga pembinaan dari Provinsi, juga latihan pembinaan dari Kesra Bangka Barat “, jelasnya.
Ibu dua anak ini juga mengatakan bahwa penampilannya kali ini dirasa kurang maksimal karena tubuh dan suaranya dalam kondisi kurang baik.
“ kurang maksimal karena paska operasi Caesar, kalo riwayat tajwid qiraat, mudah-mudahan gak ada masalah, karena suaranya saja karena bergadang baru tidur jam 3 dini hari “, tutupnya.