Konvensi Humas Pemerintah Tahun 2016
Konvensi Humas Pemerintah yang diselenggarakan oleh IPRA Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika mengedepankan peran Humas Pemerintah dalam percepatan pembangunan. Acara yang dilangsungkan di Hotel Santika Premiere ICE BSD City Serpong, 19 s.d 21 April 2016 ini dihadiri oleh seluruh praktisi kehumasan yang ada di Indonesia dan di buka oleh Eko Sulistyo selaku Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi.
Dalam konvensi akbar ini, IPRA Humas juga membuka sesi talkshow dalam rangkaian acara dengan mengundang Dirjen IKP, Juru Bicara Presiden RI dan Direktur Pemberitaan Metro TV sebagai narasumber dengan tema Mitra Komunikasi Publik Indonesia. Disini peserta diajak untuk sharing dan berbagi pengalaman dengan narasumber tentang trik bagaimana membina hubungan baik dengan media, strategi bagaimana menghadapi berbagai isu yang datang terutama isu negatif yang sering menjadi konsumsi media. Talkshow berikutnya dengan tema “Narasi Tunggal dan Humas Pemerintah” yang mengedepankan peran strategis GPR dalam penyusunan narasi tunggal, tata kelola komunikasi pemerintah dan narasi tunggal serta membangun ke-Indonesia-an melalui bahasa dengan narasumber Staf Khusus Menteri Kominfo, Staf Ahli Menteri Kominfo dan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sesi panel dengan materi tentang sistem Informasi Komunikasi Publik, Mitra Komunikasi Publik, Simulasi Humas Digital dan Branding Internasional menjadi agenda acara berikutnya.
Keesokan harinya, 21 April 2016 setelah dikukuhkannya pengurus cabang Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pertanian dan Provinsi Jawa Timur, acara dilanjutkan dengan presentasi call paper terpilih dengan durasi waktu 7 menit presentasi. Lima call paper terpilih yang dipresentasikan adalah Analisis Strategi Membumikan Program Indonesia Pintar Melalui Kampanye Sosial (Muntadliroh – Kebun Raya Bali LIPI), Analisis Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pelayanan Humas Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Rusmini – Bangka Belitung), Audit Komunikasi Organisasi Horizontal (Studi Kasus di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI). (Fitria – Kebun Raya Purwodadi LIPI, Konstruksi Citra Tempat Wisata Berbasis Lingkungan Konservasi Ex Situ Tumbuhan (Studi Kasus pada Kebun Raya Purwodadi LIPI) dan Strategi Hubungan Masyarakat Dalam Menyampaikan Informasi Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat (Karlina – Teknologi Tepat Guna LIPI).
Melalui Konvensi Humas Pemerintah yang terdiri dari lima entitas yaitu humas pemerintah dari kementerian, lembaga dan daerah (K/L/D), BAKOHUMAS, Kantor Staf Presiden, Tenaga Humas Pemerintah dan IPRA Humas diharapkan dapat bersinergi dan berkoordinasi dalam mendukung program pemerintah. Sedangkan IPRA Humas memiliki visi untuk menjadi organisasi profesi pranata humas yang mendorong anggota memiliki kompetensi dan berdaya saing global dimana saat ini IPRA Humas adalah satu-satunya organisasi ASN yang memiliki fungsi jabatan di bidang kehumasan. Tercatat jumlah pranata humas di Indonesia saat ini 1069 orang dengan komposisi 994 orang pranata humas (92%) dan 75 orang (8%) calon pranata humas dengan jumlah pranata humas terbanyak adalah LIPI, Kominfo, Kemenkes dan Kementan. IPRA Humas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pranata humas sebagai jenjang karir dan profesi juga kelembagaan organisasi profesi dan IPRA Humas siap mendukung profesi pranata humas yang dinamis dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.


