Eko Maulana Harapkan Ridho Allah SWT

Pangkalpinang – Pelaksanaan event Musabaqah Tilawatil Al Quran (MTQ) Ke IX Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020 memasuki hari ke empat. Setelah pembukaan dibuka  secara langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa 4 Agustus 2020 di Gedung Asrama Haji Bangka Belitung.

Di hari pertama, Rabu 5 Agustus 2020 lomba diikuti oleh peserta dari Kabupaten Bangka dengan jumlah 43 orang kafilah, di hari kedua Kamis 6 Agustus 2020 diikuti oleh  Kota Pangkalpinang dengan jumlah 44 orang kafilah.

Di hari selanjutnya, Jumat 7 Agustus diikuti oleh Kabupaten Bangka Selatan dengan jumlah peserta 38 orang Kafilah, dan pada hari ini Sabtu 8 Agustus 2020 diikuti oleh Kabupaten Bangka Tengah dengan jumlah peserta 42 orang kafilah.

Eko Maulana, peserta dari Kabupaten Bangka Tengah dengan nomor 038 mengikuti cabang dewasa putra membaca Al Ghofir Ayat 38 dengan komposisi lagu Bayati, Hijaz, Ros dan Soba, mengatakan bahwa penampilannya kurang maksimal.

“ kurang maksimal, karena ada yang salah. Padahal sudah konsentrasi, ungkapnya paska tampil dilomba MTQ IX Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020, di Gedung Asrama Haji, Sabtu (8/8/2020).

Walaupun dirasa kurang memuaskan, tetapi Eko mengatakan ingin mempersebahkan yang terbaik untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“ mungkin kurang maksimal, tapi niat dalam hati ini hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT “, paparnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memberikan fasilitas yang baik dalam mendukung persiapan lomba MTQ IX Tingkat Provinsi.

“ alhamdulilah Pemda Bangka Tengah sangat serius, kami latihan terpusat di Hotel Osella, dengan tiga kali pembinaan, dikasih uang saku. Dan sudah banyak juga yang dibiayai umrah atas kebijakan Bupati ”, ungkapnya.

Eko juga mengatakan bahwa latihan mandiri di rumah sangat membatu dalam penampilannya hari ini.

“ latihan tilawah setiap habis Shalat Isya, jaga makan dengan mengurangi makan berminyak  dan pedas-pedas “, tutupnya.

Sumber: 
Biro Kesejahteraan Rakyat
Penulis: 
Biro Kesejahteraan Rakyat