Pontianak – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengirimkan 40 orang dalam ajang kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQH) tingkat Nasional ke-25 di Kota Pontianak Kalimantan Barat. 40 peserta tersebut terdiri dari 16 peserta, 10 official dan 14 pelatih. Seleksi Tilawatil Qur’an (STQH) Nasional ke-25 resmi dibuka Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pada Sabtu malam, (29/6) di halaman Taman Alun-alun Kapuas Jalan Rahadi Oesman.
Pembukaan di awali dengan pemukulan bedung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, Wali Kota Pontianak, dan Edi Rusdi Kamtono. Sebelum di buka, tampil parade dari 34 kafilah yang mewakili masing-masing Provinsi se-Indonesia disambut gembira oleh masyarakat Kalbar. Provinsi Babel memakai baju jas coklat dengan mengenakan baju dalam kemeja batik warna merah mendapatkan urutan no 8 dalam parade kafilah tersebut. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya berharap momentum STQ ini menjadi stimulan bagi umat, agar mengamalkan kadungan kitab suci sebagai penuntun umat dalam kehidupan pribadi maupun sosial sekaligus menjadi penuntun untuk memperkokoh persatuan bangsa, memperkuat daya rekat kerukunan hidup beragama.
“Kita berharap STQH ini menjadi stimulan bagi umat, agar mengamalkan kadungan kitab suci sebagai penuntun umat dalam kehidupan pribadi maupun sosial sekaligus menjadi penuntun untuk memperkokoh persatuan bangsa, memperkuat daya rekat kerukunan hidup beragama. Oleh sebab itu STQ kali ini mengusung tema implemetasi nilai-nilai yunipersal Al-Quran untuk berkehidupan berbangsa dan bernegara yang religius , rukun dan damai,” tuturnya Lukman Hakim Saifuddin juga menginginkan kegiatan STQH Nasional terus ditingkatkan kerena dampaknya sangat postif sekali bagi kehidupan umat bangsa dan negara.
“Seleksi Tilawatil Qur’an (STQH) Nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali ini merupakan pintu gerbang bagi para pencinta seni mambaca dan penghapal Al-quran untuk mengikuti STQ tingkat Nasional,” tuturnya. Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dalam sambutannya menyampaikan mengusulkan agar musabaqah hadis nantinya dilakukan tersendiri. “saya mengusulkan hendaknya musabah hadis ini hendaknya dilakukan tersendiri dan kendaknya dapat dilakukan untuk para generasi muda supaya mereka banyak yang paham tentang hadis sebagai bekalkehidupan di dunia dan akhirat,”katanya. Gubernur Kalimantan Barat juga menjelaskan pelaksanan STQH kali ini sangat istimewa karena STQH ini dilantunkannya ayat suci Al-Qur’an di atas Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. “selama satu minggu ayat suci dilantunkan di titik nol derajat lintang selatan, lintang utara di tugu khatulistiwa. Semoga kegiatan ini dapat mengungkap rahasia Allah,” ujarnya.



