Pangkalpinang-Dalam upaya meningkatkan daya saing produk lada serta meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Koperasi Lada Bangka Belitung bersama PT. 8Villeges Indonesia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Mou) tentang Pendataan Lada dan Trasparansi Industri Pertanian Merica di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Integrasi sistem pendataan dengan aplikasi datahub berbasis digital.
MoU yang dilaksankan Senin (25/2) di Rung Tanjung Pendam lantai II, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung disaksikan langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosaman di wakili oleh Asisten Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yanuar.
Kegiatan Mou juga dihadiri sekalgus disaksikan oleh Kepala Dinas UMKM Provinsi Babel Elfiena, Kepala Dinas Desperindag Provinsi Babel Sunardi, Ketua Koprasi Bangka Belitung Magrizan, Diretur BUMD PT. BBBS Prof. Saparudin, Phd.
Gubernur Babel, dalam sambutanya mengatakan disiapkan dan diterapkannya aplikasi datahub berbasis digital adalah untuk mengembalikan kejayaaan lada dan meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di Provinsi Babel.
“salah satu permasalahan yang dihadapi petani lada, pelaku usaha dan pemerintah adalah belum adanya data yang terintegrasi, up to date dan dapat digunakan kapan dan diman saja,” kata Gubernur.
Untuk menjawab permasalahan tersebut lanjut Gubernur. Pemerintah Provinsi Babel bersama dengan PT. 8Villeges membuat inovasi berupa aplikasi yang mengintegasikan dan menyajikan data cara faktual mengenai lada. Mulai dari pembibitan, penanaman, kebutuhan pupuk, lahan produksi dan stok lada yang berada di petani.
“sehingga proyeksi panen petani yang mana semuanya dapat diakses kapan dan dimana saja melaui android,” ujar Gubernur.
Program unggulan yang bekerjasama dengan PT.8Villeges Indonesia dengan nama sahangku, diharapkan Gubernur. Para petani, pelaku usaha, aparatur pemerintah agar tetap semangat dan lebih berupaya untuk maju terlebih diera revolusi industri 4.0.
“kita harus bersaing tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga secara nsional dan internasional,” pungkasnya.
Semetara itu, Sanny Gaddafi Direktur Utama PT. 8Villeges menjelaskan para petani bisa mendownlod aplikasi ini dan nantiya bisa melihat informasi data pupuk dan data lahan serta peminjaman modal yang terintegrasi dengan bank.
“diaplikasi tersebut selain tersaji data data. Petani juga bisa berdiskusi dengan para ahli pertanian, salah satunya dari tenaga ahli UGM,” katanya.
Ditambahakan Sanny, perusahaannya akan terus menerima masukan terkait aplikasi sahangku agar aplikasi tersebut berguna bagi para petani di Provinsi Kepuauan Bangka Belitung ini.
“Kita akan kembangkan terus aplikasi ini,” ujarnya.