Bagi Masyarakat Yang Serius Bertani, Gubernur Jadikan KUR Sebagai Solusi

Pangkalan Baru – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat menyarankan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan pinjaman sejumlah lima puluh juta rupiah,  masyarakat tidak peru menyerahkan agunan.

“ selain 50 juta rupiah tanpa agunan, masyarakat juga bisa meminjam dengan nominal 10 juta rupiah. Dengan bulan pertama, kedua, ketiga tidak perlu mengangsur. Nah bulan keempatnya baru mengangsur. Bisa diatur tergantung tempo kredit yang dipilih “, demikian diungkapkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, saat dialog dengan masyarakat di Masjid Al Mukarromah Binjai Tanjung Gunung Bangka Tengah pada kegiatan Safari Jumat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (2/10/2020).

Gubernur juga menjelaskan kondisi ekonomi saat ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat menurun tajam.

“ kondisi ekonomi kita saat ini terjung payung, bukan inflasi tapi justru deflasi. Dimana kondisi  ekonomi kita dengan jumlah uang yang beredar terbatas. Orang menahan diri untuk tidak belanja, karena duit terbatas. atau masyarakat belanja seperlunya saja. Hasil apapun yang dijual petani tidak laku “, paparnya.

Mengingat kondisi tersebut, Gubernur sangat mewanti-wanti masyarakat terutama yang berprofesi sebagai petani harus lebih jeli dan teliti lagi dalam bertani.

“ bagi petani harus jeli dan pinter dalam bertani, biasanya sehektar menanam sayur. Jadi dengan kondisi saat ini sehektar harus bermacam-macam, selang-seling jenisnya. Karena susah untuk laku di pasaran “, tegasnya.

Lebih lanjut Gubernur juga mengatakan kepada warga, untuk saat ini ada peluang bagus yang sangat diminati oleh pasar. Seperti Jahe Merah dan Tamanan Porang (Keladi Tunggal).

“ untuk jahe merah yang akan ditanam, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka sudah melakukan MOU dengan perusahaan yang akan langsung membeli hasil pertanian tersebut. Dan hal itu akan membuat masyarakat lebih tenang dan terjamin. Sedangkan untuk Jahe Merah bisa ditanam di pot yang bisa dilakukan oleh ibu-ibu di pekarangan rumah “, ungkapnya.

Sedangkan untuk tanaman Porang  Pemerintah juga sudah melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan perusahaan yang akan membeli hasil panen Porang.

“ untuk Porang juga akan dibeli seharga Rp.7000/kilogram. Estimasinya dengan modal pinjam lima puluh juta rupiah dan akan menghasilkan panen dengan nominal kurang lebih 137 juta. Dengan masa tanam 9 bulan “, paparnya.

Gubernur juga mengharapkan agar kedua komoditi  yang sedang naik daun ini, bisa dimintai masyarakat untuk meningkatkan kondisi perekonomian yang sedang lemah.

“ kalau diminati oleh masyarakat, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dari hati agar bisa menghasilkan hasil yang baik “, harapnya.

Untuk modal yang didapatkan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal dan seefisien mungkin oleh masyarakat.

“  untuk membeli bibit pupuk dan mengolah lahan, kalau bisa jangan mengupah orang lain. Lebih baik dilakukan sendiri karena akan lebih menghemat modal yang telah dipinjamkan, libatkan keluarga , anak dan istri kita “ tegasnya.

Gubernur juga segera langsung mengagendakan pertemuan antara masyarakat yang serius ingin bertanam Jahe Merah dan Porang di Dusun Binjai, sebagai tahapan sosialisasi dan penyuluhan.

Sumber: 
Biro Kesejahteraan Rakyat
Penulis: 
Biro Kesejahteraan Rakyat

Berita

21/04/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
09/04/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
06/04/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
10/02/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Berita Berdasarkan Kategori