Gubernur Ajak Siswa Rajin Sedekah

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mengajak seluruh siswa kelas XI SMA/SMK/MA Se-Babel untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, dengan cara  berprilaku jujur dan disiplin.

“Mari berperilaku jujur dan disiplin, itu modal awal untuk terjun ke masyarakat,” ajak Gubernur melalui Live Streaming on Youtube dan Vicon Zoom Meeting di sela - sela kegiatan Belajar Daring Siswa Kelas XI SMA/SMK/MA se-Babel dengan tema “Strategi Menjadi Seorang Entrepreneur Sejati”,  Selasa (5/5/2020) di Ruang Rapat Gubernur Babel.

Selain itu, Gubernur juga mengajak para siswa untuk selalu rajin bersedekah. Karena dengan rajin bersedekah maka segala kesulitan yang dihadapi oleh para siswa atau setiap manusia dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT.

"Yakin dan percaya serta buktikan. Sedekah juga menyembuhkan penyakit. Padahal sakit bisa disembuhkan oleh sedekah. Asalkan yakin. Mudah mudahan sembuh dari sakit," katanya.

Menurut Gubernur, bersedekah bukan dengan harta saja, bisa dilakukan dengan menolong orang lain, berperilaku ramah dengan melakukan murah senyuman itu juga sedekah.

“Senyum, berbuat baik. Sedekah itu bukan harta saja. Menolong sesama itu sedekah, jangan menunggu setelah tamat baru berbuat baik, tetapi dilakukan sejak kecil karena karekter dilakukan sejak kecil,” tutur Gubernur.

Selain bersedekah, seorang entrepreneur harus memiliki dukungan pendamping, sebagai mentor untuk mengiring ke arah yang lebih baik yaitu ketika ragu maka bisa meluruskannya. Pendamping disini bisa orang tua atau orang terdekat.

“Keliru jika orang jahat, harus dibalas dengan kejahatan. Jika dibalas dengan kejahatan belum tentu baik. Jika jahat di balas kebaikan hasilnya sudah pasati kebaikan. Jika ingin sukses banyaklah membaca buku- buku orang sukses, misalnya buku tentang suharto, dan lain sebagainya,” ujar Gubernur.

Selain itu kerja keras.  Dengan kerja keras para siswa diharapkan tidak bergantung pada orang tua untuk memenui kebutuhan sekolahnya. Jika mengadalkan orang tua, maka diri pribadi siswa belum memiliki jiwa kerja keras, misalnya membeli motor untuk berangkat sekolah dengan uang orang tua. Boleh beli motor tapi pakai duit sendiri. “Boleh pakai fasilitas orang tua, tapi jangan berlebihan. Akan berpengaruh menatap masa depan,” imbuhnya.

Selanjutnya, kecintaan pada apa yang dikerjakan, sikap kepemimpinan dan keperibadian yang kompetitif serta hidup teratur, serta  kemampuan menjual ide merupakan kunci menjadi orang yang sukses.

“Kepribadian yang kompetitif yaitu kepribadian dengan cara-cara baik yang beretika. Jangan melakukan sesuatu yang tidak baik untuk memenangkan kompetisi. Jika kalah, jangan melakukan tindakan tidak terpuji. Kemampuan menjual ide itu yang mahal, sebab sekecil apapun idenya sangat dasyat jika bermanfaat,” tambah Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga berdiskusi dengan para siswa dan memberikan beberapa pertanyaan untuk di jawab oleh siswa. 

Sumber: 
Biro Kesra
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
mislam/amad