Sambut STQH Tingkat Nasional, Bangka Belitung Mulai Persiapan

Sambut STQH Tingkat Nasional, Bangka Belitung Mulai Persiapan

Menyambut Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional yang akan dilaksanakan di Pontianak Kalimantan Barat pada 27 Juni – 6 Juli 2019 mendatang, pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Biro Kesra pada Kamis (6/3) di ruang rapat Tanjung Pesona Kantor Gubernur  Kepulauan Bangka Belitung melakukan pembahasan persiapan STQH tingkat Provinsi. Acara ini melibatkan Bagian Kesra se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, LPTQ se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitun, dan unsur dari Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada kesempatan ini, Syahrudin, sebagai staf ahli bidang Pemerintahan Hukum dan Politik yang membuka acara, memberikan dukungannya dengan mensupport hafizh hafizhoh Bangka Belitung agar dapat berjuang sepenuh hati dan membawa pulang satu atau dua penghargaan. Tak lupa Syahrudin menghimbau kepada Biro Kesra untuk memaksimalkan persiapan dalam kurun waktu yang singkat ini.

Di saat yang bersamaan, tiap Kabupaten yang diwakili oleh Bagian Kesra melaporkan persiapan STQH Tingkat Kabupaten/Kota, yakni Pangkalpinang akan melaksanakan STQH Tingkat Kabupaten/Kota pada tanggal 18 – 22 Maret 2019 dengan mengikuti seluruh cabang yang dilombakan, Bangka Tengah pada tanggal 21 – 23 Maret 2019, kemudian Bangka Selatan tanggal 2 – 4 April 2019, Bangka Barat di tanggal 21 – 23 Maret 2019 juga mengikuti semua cabang, di susul Belitung pada tanggal 27 – 28 Maret 2019 dengan formasi lengkap, Belitung Timur pada tanggal 18 – 20 Maret 2019, dan terakhir Kabupaten Bangka pada tanggal 19 – 23 Maret 2019.

“Setelah STQH Tingkat Kabupaten/Kota selesai dilaksanakan, dihimbau kepada Bagian Kesra se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar segera menyerahkan laporan secara lengkap ke Biro Kesra Provinsi.” Sofyan, Kepala Bagian Fasilitasi Keagamaan Biro Kesra menegaskan sebagai proses untuk mendukung kelancaran pelaksanaan STQH Tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan pada minggu ke-4 bulan April 2019.

Pontianak sebagai tuan rumah STQH Nasional menyiapkan lima lokasi tempat dilaksanakannya acara, yaitu Taman Alun-alun Kapuas, Masjid Raya Mujahidin, Masjid IAIN Pontianak, Tugu Khatulistiwa, dan Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahmah. Ada yang unik dari lokasi-lokasi yang dijadikan tempat perlombaan, misalnya, Taman Alun-alun Kapuas yang merupakan ikon kota Pontianak sejak puluhan tahun lalu. Taman ini terletak di jantung kota Pontianak dan berada di pinggir sungai Kapuas dengan pemandangan yang indah. Kemudian Masjid Raya Mujahidin, merupakan masjid terbesar di Kalimantan Barat. Memiliki arsitektur khas Kalimantan Barat, masjid dengan luas bangunan 60 x 60 meter ini mampu menampung sembilan ribu jemaah. Sedangkan Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahmah merupakan masjid tertua dan pertama di Kalimantan Barat. Masjid yang berdiri sejak tahun 1778 ini memiliki 90 persen konstruksi masjid terbuat dari kayu belian. Ada lagi Tugu Khatulistiwa yang identik dengan kota Pontianak, merupakan monumen yang menandakan perlintasan garis khatulistiwa. Dari 12 negara di dunia yang dilintasi garis pemisah bumi utara dan selatan tersebut, Pontianak menjadi satu-satunya kota yang persis dilewati garis tersebut.

Penulis: 
Rahmadini
Sumber: 
Biro Kesra