Pemprov Bangka Belitung Siap Kerjasama Dalam Pelaksanaan Idul Qurban 1442 H

Pangkalpinang –  Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap bekerjasama dalam mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 terkait ritual Shalat Idul Adha 1442 H dan penyembelihan hewan qurban di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Demikian disampaikan Sahirman, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Idul Adha dan Qurban 1442 Hijriah di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (13/7/20210).

“ hal-hal yang akan dibahas di pertemuan ini berkaitan dengan ritual Shalat Id dan penyembelihan hewan qurban dengan sesuai hukum syar’i akan dilaksanakan di masa pandemi Covid 19 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan pedoman SE Menteri Agama Nomor 16 tahun 2021”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Tumiran Ganefo, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Agama Bangka Belitung menjelaskan Surat Edaran Menteri Agama Nommor 16 Tahun 2021 berisi tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran Shalat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban di luar wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“ mengingat  kondisi covid 19 inilah  yang mendasari membuat SE ini. Kita diminta untuk kepesertaan takbir di dalam masjid hanya 10 persen dari kapasitas masjid, untuk peserta dianjurkan usia 18 – 59 tahun. Sedangkan untuk takbir keliling tidak diperkenankan, dan diganti dengan takbir di rumah masing-masing. Untuk takbir keliling akan difasilitasi oleh pemerintah pusat. Dan untuk waktunya adalah  jam 22.00 WIB harus sudah selesai “, paparnya.

Ditambahkan Tumiran, untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha untuk daerah Zona Oranye dan Merah tidak diperkenankan shalat di masjid, lapangan atau mushala. Jamaah diwajibkan untuk melaksanakan shalat di rumah saja.

“ Untuk shalat di lapangan terbuka apakah di masjid atau di lapangan terbuka hanya dengan kapasitas 30 persen dengan harapan jaga jarak masih bisa ditoleransi dengan protokol kesehatan 5M, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas “, tegasnya.

Sedangkan untuk pengurus masjid yang menyelenggarakan Shalat Id diharapkan menyiapkan alat pengecek suhu, tempat cuci tangan dan lain-lain serta untuk para jamaah membawa perlengkapan shalat masing-masing, ungkap Tumiran.

Dalam hal pelaksanaan khutbah, Tumiran berpesan agar para Khatib menggunakan prosedur pemutus mata rantai covid 19.

“ dengan menjaga shaf antar jamaah, dan juga menggunakan masker. Lama waktu dalam menyampaikan khutbah hanya 15 menit, dimintakan isi khutbah dengan esensi Idul Qurban 1442 H, dan materi covid 19 dengan menyampaikan jenis serta variannya apa saja “, paparnya.

Tumiran juga mengatakan untuk pelaksanaan qurban, harus sesuai dengan tata syariat islam dalam penyembelihan hewan qurban.

“ dari sisi waktu penyembelihan bisa dilaksankan pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Untuk wilayah Bangka Belitung kepada pengurus masjid diserahkan ke rumah masing-masing. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan massa. Untuk petugas panitia qurban harus mengikuti protokol kesehatan 5M.

Hal senada juga disampaikan Ahmad Lutfi, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar panitia lebih ekstra menjaga aktivitas masyarakat saat menonton prosesi pemotongan hewan qurban tersebut.

“ panitia masjid lebih ekstra menjaga aktivitas masyarakat saat menonton proses penyembelihan hewan qurban, karena aktivitas masyarakat kecenderungan tidak terprediksi. Bahkan kadang bisa saja mereka duduk di hewan qurban yang sudah dipotong. Nah hal-hal demikian yang harus panitia jaga “, pesannya.

Kombes Rudi Hermanto, Dirbinmas Polda Bangka Belitung, juga mengingatkan agar melaksanakan surat edaran yang diterbitkan oleh kementerian Agama secara maksimal dengan bekerjasama agar sampai di level desa.

“ Kita butuh kerjasama yang baik, jangan sampai kondisi di Bangka Belitung ini mengalami kondisi seperti di Jakarta, Bekasi dan daerah lainnya. Dan saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mengalami penurunan dalam peningkatan penyebaran covid dari yang sebelumnya berada di lima besar menjadi urutan ke 17 se Indonesia “, tutupnya.

 

 

Sumber: 
Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Fotografer: 
Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Berita

06/10/2021 | Bagian Kesra Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda
13/07/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
21/04/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
09/04/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
06/04/2021 | Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Berita Berdasarkan Kategori